Lembaga Sensor Film
header
LEMBAGA SENSOR FILM GENCARKAN BUDAYA SENSOR MANDIRI

Lembaga Sensor Film - Dalam rangka mewujudkan masyarakat yang memiliki kesadaran memilah dan memilih tontonan, Lembaga Sensor Film (LSF) gencarkan sosialisasi Budaya Sensor Mandiri melalui berbagai media. Setelah pada bulan November lalu mengadakan talkshow di tiga televisi lokal di Jawa Timur dan satu televisi swasta nasional di Jakarta, LSF kembali mengadakan talkshow dengan menggandeng enam radio lokal di Malang dan Banyuwangi serta dua radio lokal di Jakarta.

Pada Selasa (15/12) talkshow diadakan di Radio Trijaya FM Jakarta dengan menghadirkan narasumber yaitu Arturo Gunapriatna (Ketua Subkomisi Kemitraan dan Sosialisasi LSF RI) dan Hafidhah (Sekretaris Komisi I LSF RI. Selanjutnya pada Jumat (18/12), Nasrullah (Ketua Komisi I LSF RI) dan Rita Sri Hastuti (Ketua Subkomisi Ketua Subkomisi Data, Pelaporan, dan Publikasi LSF RI) hadir menjadi narasumber di Radio Smart FM Jakarta.

Tidak hanya menyasar pendengar radio di ibukota, talkshow Budaya Sensor Mandiri ini juga menyasar pendengar radio lokal Jawa Timur khususnya Malang dan Banyuwangi. Pada Jumat (18/12) di Kota Banyuwangi talkshow diadakan di Radio VIS Banyuwangi dengan narasumber Joseph Samuel Krisnha (Ketua Subkomisi Apresiasi dan Promosi LSF RI), Radio Mandala dengan narasumber Roseri Rosdy Putri (Sekretaris Komisi II LSF RI), dan Radio Fajar FM dengan narasumber Kuat Prihatin (Ketua Subkomisi Penelitian dan Pengkajian LSF RI). Pada hari yang sama di Kota Malang talkshow diadakan di Radio Kencana dengan narasumber Ahmad Yani Basuki (Ketua Komisi II LSF RI), Radio Elfara dengan narasumber Noorca M Massardi (Ketua Subkomisi Dialog LSF RI), dan MFM Radio dengan narasumber Mukayyat Al Amin (Sekretaris Komisi III LSF RI).

Budaya Sensor Mandiri bertujuan untuk memahami dan menyadari akan dampak sebuah tayangan, paham dan mengerti mengenai gambaran isi tayangan, dan dengan sadar memilih tayangan yang sesuai dengan klasifikasi usia. Dalam hal ini partisipasi Sahabat Sensor diperlukan agar masyarakat dapat secara mandiri memilah dan memilih tayangan yang akan ditontonnya.

Budaya Sensor Mandiri perlu dikembangkan di tengah masyarakat, apalagi di masa pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah serta menggunakan media internet, streaming, serta televisi jaringan berbayar untuk menonton film. Masyarakat diimbau untuk bersama-sama dengan LSF menerapkan sensor mandiri, mengajak anggota keluarga menjadi bijak dalam menyikapi konten perfilman yang ada dalam televisi, serta bijak dalam memilah dan memilih tontonan sesuai dengan klasifikasi usia yang telah ditetapkan oleh LSF. (*)

Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.