Lembaga Sensor Film
header
LEMBAGA SENSOR FILM RESMIKAN KANTOR BARU

Lembaga Sensor Film - Setelah dalam kurun waktu dua bulan belakangan Lembaga Sensor Film (LSF) berkantor sementara di Gedung C Lantai 1, Kompleks Kemendikbud Cipete, Jakarta Selatan, pada Selasa (22/12) Lembaga Sensor Film resmi berkantor di Gedung F, Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat.

Perpindahan kantor ini disebabkan musibah rubuhnya sebagian atap Gedung Film di Jalan MT Haryono Kav.47-48, Jakarta Selatan pada 7 Oktober lalu. Musibah itu menyebabkan kerusakan di beberapa ruang kerja LSF yang berkantor di gedung tersebut. Menurut Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto, perpindahan ini dilakukan demi menjaga komitmen agar tetap dapat memberikan pelayanan yang terbaik serta memastikan proses penyensoran yang merupakan tugas utama dari LSF dapat berjalan dengan baik.

Peresmian kantor baru LSF ini dihadiri oleh beberapa pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diantaranya adalah Sekretaris Jenderal Kemendikbud dan para pejabat Eselon II di lingkungan Sekretariat Jenderal Kemendikbud serta beberapa pemangku kepentingan perfilman terkait.

“Dengan bertempat di gedung baru saat ini, harapan kita adalah semoga LSF dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara lebih optimal. Karena perfilman sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan terutama anak-anak.” Demikian penuturan Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na’im dalam sambutannya.

Dalam acara ini protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat untuk mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19. Setiap tamu yang hadir diwajibkan melakukan rapid test terlebih dahulu, serta menggunakan masker dan face shield. Sebelum acara dilaksanakan, pada lokasi peresmian juga sudah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan dan pada beberapa titik ditempatkan cairan pembersih tangan. Jumlah orang yang masuk pun sangat dibatasi. (*)

 

Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.